Rabu, 10 Oktober 2012

KEBAKARAN DI WILAYAH JAKARTA



Gambarkebakaran
Terkait kebakaran yang terjadi di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2012), Taruna Siaga Bencana (Tagana) akan segera membuka dapur umum untuk melayani kebutuhan para pengungsi yang menjadi korban dalam kebakaran tersebut. Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Jakarta Selatan, Fathul Bahri saat ditemui Kompas.com di lokasi kebakaran. Teknis operasional dapur umum nantinya, Tagana akan melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
"Nanti teknisnya akan bergantian, selang seling antara PMI dan Tagana," kata Bahri di Jakarta, Senin (10/9/2012) dini hari.
Bahri mengatakan, bantuan bagi para korban kebakaran juga sudah mulai berdatangan. Bantuan berupa selimut, tikar, atau air minum kemasan sudah mulai berdatangan. "Dari pihak Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan sudah memberikan bantuan selimut, tikar, dan air minum kemasan untuk keperluan pengungsi,"ujarnya.
Selain itu, Tagana juga sedang mengambil perlengkapan tenda untuk dipasang malam ini. Tagana akan mendirikan dua buah tenda yang digunakan sebagai posko bagi para pengungsi, dan akan disusul bantuan tenda tambahan dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Sebelumnya, para korban kebakaran kini sedang menunggu tenda pengungsian seraya duduk di sekitar pinggir Jalan Raya Mampang Prapatan. Musibah kebakaran ini menghanguskan enam lapak pemulung serta ratusan rumah bedeng dengan korban sekitar 500 orang kehilangan tempat tinggal.
Seperti diberitakan sebelumnya, api sudah mulai muncul sekitar pukul setengah sembilan malam. Dengan cepat api menyebar dan menghanguskan enam buah lapak pemulung, ratusan rumah bedeng, serta beberapa rumah kontrakkan. Lokasi kebakaran yang merupakan tempat mengumpulkan barang-barang hasil pulungan, membuat api menjadi lebih cepat membesar dan menyebar.
Sebanyak 36 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan dalam upaya memadamkan api. Sampai saat ini api sudah mulai padam, tetapi masih membutuhkan penanganan petugas kebakaran.
Sumber : KOMPAS.com

Tanggapan Pembaca :
                Di wilayah Jakarta memang sering sekali terjadi bencana kebakaran, dari berbagai alasan kategori kesalahan manusia disengaja yang merupakan tindakan kriminal atau kesalahan manusia yang tidak disengaja. Dalam kasus kebakaran yang sering terjadi di wilayah Jakarta kebanyakan terjadi disebabkan oleh kesalahan manusia yang bertindak semaunya dan kurangnya faktor hati-hati. Mungkin baru sebagai alasan mayoritas, tapi mungkin juga bisa sebagai salah satu alasan memang benar-benar terjadi pada mayoritas penduduk di wilayah Jakarta.
                Semua kesalahan jika sudah terjadinya bencana kebakaran, pemerintah juga memang harus begini begitu, tapi kita sebagai manusia juga harus ingat pemerintah juga manusia. Dalam kasus apapun semua tidak mungkin terjadi secara instan, kesalahan seperti konsleting listrik karena sambungan kabel yang tidak sesuai dalam aturan mungkin saja terjadi, bila seperti ini maka kesadaran masyarakat atas semua yang sebenarnya memang belum sepenuhnya dilakukan. Berbeda hal jika terjadi karena kecerobohan manusia, hal yan harus ditanamkan adalah hati-hati dalam melakukan sesuatu. Penamaman pemikiran sejak dini mungkin bisa membuat kita lebih baik suatu saat kedepan
Harapan yang seharusnya dilakukan adalah pemerintah harus meningkatkan proses penyebaran sosialiasasi kepada masayarakat, namun dengan seimbangnya kesadaran masyarakat memang juga harus terjadi. Setelah semua terjadi, sebuah harapan perubahan terjadi yaitu meminimalisir bancana kebakaran kususnya di wilayah Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar